NaxcMqx5MGZaLWpcNap9MWNcMmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Manifestasi Klinis Patofisiologi Diabetes Melitus

Manifestasi Klinis Patofisiologi Diabetes Melitus - Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan karena kurangnya hormon insulin didalam tubuh seseorang. Ketika seseorang mengalami kekurangan atas hormon insulin tentu menjadi penyebab glukosa yang dikonsumsi oleh tubuh tidak dapat diproses secara benar - benar sempurna.

Manifestasi Klinis Patofisiologi Diabetes Melitus

Nantinya kondisi ini juga menyebabkan penderita diabetes melitus mengalami hiperglikemia atau kelebihan gula darah didalam tubuhnya. Dan penderita bahkan akan mengalami banyak sekali akibat pada tubuhnya termasuk disfungsi dan kegagalan berbagai organ sampai resiko kerusakan organ jangka panjang. Mengenai diabetes melitus, sebenarnya informasi tentang patofisiologis diabetes melitus juga perlu diperhatikan. Tentang manifestasi klinis patofisiologis diabetes melitus kami akan berikan informasinya untuk Anda.

Manifestasi Klinis Patofisiologis Diabetes Melitus

Manifestasi klinis yang memang sering dijumpai pada pasien yang mengalami masalah diabetes melitus diantaranya :
  • Poliurea (peningkatan pengeluaran urin)
  • Polydipsia (peningkata rasa haus)
  • Polifagia (peningkatan rasa lapar)
  • Rasa lelah dan kelemahan otot akibat gangguan aliran darah dan ketidakmampuan sel untuk merubah glukosa menjadi energi.
  • Kelainan kulit seperti gatal –gatal, bisul.
  • Kesemutan akibat terjadinya neoropati.
  • Kelemahan tubuh
  • Luka atau bisul yang tidak sembuh-sembuh
  • Mata kabur dan ketika cahaya sedang minim juga akan membuat mata semakin kabur.

Ketika diabetes melitus terjadi pada seseorang memang hiperglikemia terjadi akibat kerusakan sel beta pankreas yang menimbulkan masalah peningkatan pengeluaran glukosa oleh hati. Pengeluaran glukosa oleh hati juga akan meningkat karena proses - proses yang menghasilkan glukosa yaitu glikogenolisis dan glukoneogenesis yang berlangsung tanpa hambatan karena insulin tidak ada.

Nantinya ketika kadar glukosa darah meningkat sampai jumlah glukosa yang difiltrasi akan melebihi kapasitas sehingga sel - sel tubulus akan melakukan suatu reabsorbsi. Maka glukosa juga akan timbul di urin (glukosuri). Glukosa didalam urin juga akan menimbulkan sebuah efek osmotik yang menarik air bersamanya, menimbulkan diuresis osmotik yang juga ditandai oleh poliuria (sering mengalami kondisi berkemih).

Nantinya cairan yang berlebihan dan keluar dari tubuh penderita bisa menyebabkan dehidrasi. Sehingga juga akan dapat menjadi penyebab kegagalan sirkulasi perifer karena volume darah yang turun secara mencolok. Nantinya kegagalan sirkulasi jika diperbaiki akan dapat menyebabkan kematian karena aliran darah menuju ke otak akan turun atau dapat menimbulkan gagal ginjal secara sekunder akibat adanya suatu tekanan akibat filtrasi yang tidak kuat.

Kemudian selain itu, nantinya sel - sel akan kehilangan air karena tubuh mengalami masalah dehidrasi akibat perpindahanair secara osmotik dari sel ke cairan ekstra sel yang hipertonik. Nantinya sel otak juga akan sangat peka dan karena timbul gangguan fungsi sistem saraf yaitu polineuropati.

Gejala khas yang lain pada diabetes melitus adalah rasa haus yang berlebihan dan merupakan suatu mekanisme kompensasi tubuh untuk mengatasi dehidrasi akibat poliuria. Karena terjadi defisiensi glukosa intra sel. Maka nantinya kompensasi tubuh juga merangsang saraf sehingga nantinya nafsu makan akan meningkat dan timbul pemasukan makanan secara berlebihan.

Akan tetapi walau memang sudah terjadi peningkatan pemasukan makanan, berat tubuh akan menurun secara progresif karena efek dari defisiensi insulin pada metabolisme lemak dan juga metabolisme protein. Nantinya sintesa gliserida juga akan menurun ketika terjadi lipolisis sehingga mobilisasi asam lemak didalam darah sebagian besar digunakan oleh sel sebagai sumber energi alternatifnya.

Demikian sedikit informasi yang kami dapat berikan untuk Anda tentang patofisiologis diabetes melitus. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat, dan Anda dapat mencari informasi kesehatan di Asisten Kesehatan untuk informasi yang lebih lengkap soal kesehatan lainnya.
Share This Article :
Asisten Kesehatan

AsistenKesehatan.com - Pusat Bantuan dan Informasi Asisten Kesehatan Resmi Untuk Dapat Menemukan Tips dan Tutorial Cara Mengatasi Kesehatan

3716785038913944316